Gunungkidul miliki Wahyana Wasit Olimpiade Badminton Tokyo 2020 sang Pengabdi Yang Berkomitmen!
Di era pandemi covid- 19 Gunungkidul masih eksis di bidang olahraga terutama badminton. Ketambah Gunungkidul telah memiliki salah seorang pengabdi yang memiliki komitmen tinggi pada bidang tersebut ialah Wahyana sebagai wasit badminton di Tokyo 2020 yang baru selesai beberapa waktu lalu.
Bersamaan di hari momentum kemerdekaan republik Indonesia- 17 Agustus 2021 yang ke- 76 tingkat Kabupaten Gunungkidul yang dipusatkan di Alun-alun Wonosari. Di antara deretan terdepan kursi VIP yang diperuntukkan bagi pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) kabupaten, Selasa (17/8/2021) pagi, ada sosok sederhana yang sempat mengharumkan Indonesia di pentas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.
Wahyana(53), guru dari SMPN 4 Patuk Gunungkidul yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai wasit badminton di ajang olimpiade. Figur guru olah raga yang awalnya menekuni dunia bola voli, telah mendapat penghargaan dari Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.
Dengan mengenakan busana yang serupa ketika dirinya memimpin partai final tunggal putri antara Chen Yu Fei dari Tiongkok dan Tai Tzu Tsing dari China Taipe atau Taiwan, Wahyana menerima penghargaan dari bupati atas prestasinya yang mendunia. Tak hanya itu saja, pendidik yang tinggal di Kabupaten Sleman itu juga menjadi rebutan banyak orang, temasuk pejabat yang hendak mengabadikan swafoto bersama dirinya untuk kenangan dan rasa bangga atas prestasi yang diraih dia.
“Ini merupakan penghargaan pertama yang saya dapatkan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya dengan mengenakan setelan pakaian yang dipakai pada waktu olimpiade.
Wahyana pun sangat terharu dengan penghargaan yang ia terima. Dirinya menyatakan siap untuk terus mengabdi dan memajukan kabupaten terluas di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Ini merupakan kebanggaan, saya terharu dan saya tadi ingin nangis sebetulnya. Alhamdulillah, (penghargaan) ini saya dapatkan,” ucapnya.
Dengan capaian yang di perolehnya, sejatinya Wahyana, dapat dengan mudah mengajukan mutasi tugas ke Sleman agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya, namun hal itu tak dilakukan.
“Sudah 26 tahun saya nglaju dari Godean, Sleman, ke SMPN 4 Patuk, Gunungkidul dengan jarak sekitar 70 km. Tapi saya tidak punya niat untuk pindah,” ungkap Wahyana.
Menariknya, wasit yang memiliki lisensi BWF Certificated itu juga bertekat menyelesaikan pengabdiannya sebagai guru di Kabupaten Gunungkidul. Wahyana menyatakan siap mengajar di pelosok pedesaan Gunungkidul hingga pensiun. Hal itu pun guna mendorong semangat juang para muda-mudi pada bidang olahraga agar mencapai titik dekat berhasil dan sukses.
“Saya sudah merasa nyaman di Gunungkidul, saya akan menikmati pekerjaan ini sampai pensiun di Gunungkidul," seru Wahyana.
_
Sumber: RRI Yogyakarta (Penulis: Kontributor: Editor: Yogyakarta, Anwar Rosihan) | Penulis ulang: Re-Editor: Gunungkidul, Hidayattullah)
